Sabtu, 01 Maret 2014

Tips Merawat Jilbab Bahan Kaos Rayon dan Spandek


kerudung yang berbahan rayon atau kaos biasanya memiliki elastisitas atau kelenturan yang baik,Spandek rayon biasanya disebut bahan kaos.Bahan spandek rayon memiliki komposisi bahan yang sangat elastis sekali yaitu memiliki 2 arah elastis yang mengarah lebar dan panjang bahan,namun jangan terlalu sering membuatnya tertarik karena bisa membuat bahan menjadi molor dan tidak bagus bentuknya.


Pada dasarnya merawat kerudung dari bahan spandek rayon tidak jauh berbeda dengan bahan jilbab lainnya oleh sebab itu ada cara supaya bahan tersebut tetap bagus dan cantik pastinya.

1. Jangan merendam terlalu lama 

Pada saat merendam kerudung kaos (apapun itu jenisnya usahakan tidak lebih dari 1 jam.Bahkan untuk kaos baru jangan direndam lebih dari 30 menit. Proses rendaman pada detergen yang terlalu lama dapat membuat warna kaos cepat pudar.

2. Pisahkan kaos putih dari yang berwarna saat dicuci 

Perlu dipisahkan antara kerudung kaos yang berwarna terutama yang berwarna kuat seperti hitam, merah, biru, dan hijau dengan kaos lain yang berwarna putih. Hal ini untuk mengantisipasi apabila ada yang luntur. Pisahkan juga kaos yang sangat kotor dengan yang tidak begitu kotor, karena apabila dicampur malah dapat membuat kotoran yang ada saling menyebar ke kaos yang lain.

3. Hindari mencuci jilbab cantik anda menggunakan mesin 

Cara mencuci kaos yang terbaik adalah dengan cara manual/menggunakan tangan. Penggunaan mesin cuci pada umumnya dapat membuat kaos menjadi melar, dan pori-pori kasar (berbulu). Hal ini dikarenakan pada saat mesin cuci berputar, kaos akan menerima beban tarik-ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.

4. Jangan disikat

Seperti halnya mencuci denga mesin cuci, mencuci kaos dengan cara disikat dapat membuat kaos cepat melar dan pori-pori kaos menjadi kasar (berbulu).

5. Gunakan pewangi/pelembut pakaian

Agar anda tetap merasa nyaman dan wangi pada saat memakai kerudung ini, tambahkan pelembut/pewangi pakaian pada bilasan terakhir. Pelembut pakaian dapat menjaga kelembutan tekstur bahan kaos.

6. Jemur dengan terbalik

Hindari mengeringkan pakaian yang berbahan dasar kaos di mesin pengering yang ada dalam mesin cuci. jemurlah di bawah sinar matahari langsung,dan jemurlah dengan terbalik. teriknya sinar matahari langsung dapat membuat warna kaos menjadi cepat pudar.

7. Setrika dengan aman

Yang terakhir, jangan lupa untuk menyetrika kerudung yang berbahan dasar kaos ini dengan cara dibalik terlebih dahulu agar warnanya tetap cerah. Atur temperatur yang ada pada setrikaan (jangan menggunakan temperatur yang terlalu panas). Temperatur yang terlalu panas dapat cepat memudarkan warna pada bahan kaos.
 
Mudah-mudahan beberapa tips di atas dapat bermanfaat bagi anda dalam merawat kerudung bahan rayon, sehingga kerudung anda tetap awet dan nyaman.


Jenis Bahan untuk Membuat Kerudung


Berikut ini beberapa jenis kain yang sangat populer digunakan sebagai bahan membuat jilbab.

1. Higet
Higet adalah kain yang berbentuk kaos. Bentuknya tipis dan sedikit kasar. Harganya relatif murah, sehingga banyak digunakan sebagai kaos kampanye atau jilbab kampanye. Banyak sekali Parpol yang pesan untuk diberikan kepada konstituennya. Karena bahannya yang tipis dan kadang mengkerut jarang orang yang memakai untuk acara formal.
Gambar 1. Kerudung Bahan Hyget Serena

2. Spandex
Spandex adalah bahan kain yang terbuat dari unsur non alami. Kainnya halus, lentur dan lembut. Kadang spandex ada unsur sutranya, orang sering sebut Spandex Sutra. Karena bahannya halus, lembut dan nyaman, spandex harganya relatif mahal. Jilbab yang terbuat dari Spandex relatif mahal dibanding dengan jilbab lainnya.
Selain itu jenis kain kerudung ini biasa di sebut juga lycra, jenis kain ini memiliki sifat lebih adem dan melar, jenis kain kerudung ini lebih nyaman dari jenis kain kaos. Kain ini juga cukup mudah dalam proses pencuciannya, jenis kain kerudung ini banyak jenisnya dan yang paling menarik dari jenis kain ini adanya efek mengkilap, meskipun tidak semua jenis kain kerudung spandek memiliki efek mengkilap.

Gambar 2. Kerudung Bahan Spandex

3. Rayon
Rayon adalah bahan dari unsur bahan jeans dari bahan non alami. Bahannya memiliki kelenturan dan relatif tebal. Bahan rayon yang sering digunakan untuk jilbab adalah rayon gerimis. Hasil akhirnya mirip dari PE atau TC.

Selain dari bahan di atas, ada bahan-bahan lainya seperti huilon, pashmina, rajut dan sebagainya. Namun demikian tidak begitu populer dibandingkan dengan 5 bahan di atas. Jika ke grosir jilbab, bisa menemukan aneka bahan jilbab. Namun hati-hati memilih kalau belinya di grosir jilbab. Untuk pembuatan kaos Distro, bahannya berbeda dengan jilbab, karena bahan untuk pembuatan kaos relatif lebih tebal. Bahan kaos distro yang sering digunakan adalah Cotton Combed dan Cotton Carded. Kualitas Cotton Combed lebih bagus dan lembut dibanding dengan Cotton Carded.

Gambar 3. Kerudung Bahan Rayon
4. Sutra
Kaum hawa pasti banyak yang menyukai jenis kain kerudung ini, kain kerudung ini memiliki sifat tipis dan lembut sehingga kain kerudung jenis ini tergolong cukup mahal di bandingkan dengan kain kerudung jenis lain.
Gambar 4. Kerudung Bahan Sutra
5. Sifon
Jenis kain ini sudah di gunakan pada tahun 1902 sampai dengan sekarang,Jenis kain kerudung ini terbuat dari bahan dasar kapas, sutra dan serat sintetis.  Jenis kain kerudung ini memiliki sifat tipis, licin dan panas ketika digunakan untuk bahan kerudung jika tidak ada kombinasi lain dalam desain kerudung itu sendiri, biasanya kain jenis ini dalam pemakaian nya di ikuti oleh ciput dari bahan kaos. Meskipun demikian bahan kain kerudung ini cukup banyak di gemari oleh kaum hawa karena sifatnya yang ringan dan nge-flow.
Kain sifon juga mempunyai banyak jenis diantaranya sifon polos ( yang biasanya terbuat dari bahan polyster /minyak bumi ) dan jenis sifon cerutti ( dari bahan sutra ). Bahan kain kerudung ini selain di gunakan untuk bahan kerudung, kain ini juga di gunakan untuk bahan dasar membuat pakaian wanita.
Gambar 5. Kerudung Bahan Sifon
6. Hycon
Kalo sekilas di lihat  kain kerudung ini tak tak terlihat berbeda dengan jenis kain kerudung sifon, kai kerudung sifon lebih licin dari kain kerudung hycon, akan tetapi Jenis kain kerudung ini memiliki sifat lebih lembut di bandingkan dengan jenis hycon, biasanya dalam pemakainya kerudung ini di tambahkan ciput sebelum di lapisi kerudung hycon.
Gambar 6. Kerudung Bahan Hycon

7. PE (Poly Ethilene)
PE atau Poly Ethilene adalah sejenis bahan kaos non alami yang populer digunakan sebagai bahan jilbab. Kainnya umumnya relatif tebal, halus dan lembut. Karena keunggulan tersebut banyak digunakan untuk membuat jilbab, khususnya jilbab yang ukurannya relatif besar.
Gambar 7. Kerudung Bahan Poly-Ethilene

8. TC (Teteron – Cotton)
TC atau Teteron-Cotton adalah bahan kaos yang terbuat dari campuran PE (65%) dan Cotton (35%). Bahannya kesat dan menyerap panas meskipun tidak selembut PE. Bahan TC ini seperti halnya PE, banyak digunakan untuk membuat jilbab yang ukurannya relatif besar.


Gambar 8. Kerudung Bahan Teteron-Cotton

Itulah beberapa jenis bahan kain kerudung yang ada di pasaran, tentunya masalah pemilihan kain kerudung bisa di sesuaikan dengan keinginan dan tujuan anda. Semoga uraian ini dapat bermanfaat untuk anda.